HOME

PublicationNKK Lab-Research Introduction

Please scroll down to read Indonesian translation!

The Linkages between Land Use Land Cover (LULC) Change and Landscape Dynamics of Batang Merao Watershed, Sumatera


by
Rachmad Firdaus

I would like to introduce my research interest in environmental management.  For the most part, my research concerns the understanding of sustainable watershed management, particularly the linkages between land change and landscape dynamics of Batang Merao watershed, Sumatera. By studying these linkages, I hope to get a comprehensive understanding of watershed dynamics, linkages and impacts, and ultimately how to conserve the nature protected area in Asian tropical regions.

Introduction
Understanding land use land cover (LULC) change is an increasingly important part of the study of global environmental change (Deniels A.E., 2004). The dynamic nature of LULC patterns and changes is a multi-scale phenomenon affecting many ecological processes such as species composition and dispersal, sequestration of carbon, climate patterns, water balance and other hydrological processes (Kepner et al., 2000). LULC change can be a major threat to biodiversity as a result of the destruction and the fragmentation of natural vegetation. Evaluating the causes and the consequences of changes in LULC has become an urgent need. LULC change analyses have moved from simplistic single cause explanations to an understanding that integrates multiple causes and their complex interactions.
Watershed, a complex terrestrial ecosystem, has been rightfully recognized as the natural spatial unit for sustainable development of water resource (Mailhot et al.,1997), carbon storage  (Seen et al., 2010), biodiversity (Behera and Roy, 2010), protected area (Daniels AE, 2004) ecological economic  (Liu  et al., 2008), and socio-economic of land development (Lanini et al., 2004). This means that significant efforts are required to evaluate the impact of development in this region.  
The landscape dynamics of watershed fulfils a wide range of functions that can be divided into three main groups: environmental services; social and economic benefits and maintenance of natural ecosystems and biodiversity. A better understanding of the role of landscape dynamics in conserving biodiversity and environmental services is critical to counteract potential trends of environmental degradation (Pringle., 2001).
In this research, I will analyze the linkages between LULC change and some important landscape dynamics and their impacts on water quality, soil carbon property and land degradation.

Problem definition
Problems in acquiring data on the landscapes of watersheds in Sumatera are becoming ever more complex because the rate of land degradation is tending to increase, thus decreasing the availability of suitable land and water. Increasing population, expansion of agricultural land and exploitations of forests have put lots of pressure on the forest and landscape of watershed. Besides being the major area for the preservation of biological diversity in Sumatra, Batang Merao watershed and Kerinci Seblat National Park are of paramount importance as water catchment areas.  Most of the agricultural land in this region is dependent on the water supply from this watershed. Maintenance of the landscape functions is an essential requirement for regional development.

Statement of research questions

    1. LULC Change aspect; how has land use land cover in Batang Merao watershed changed over time? And what is the trend in LULC over time and spatial distribution?  
    2. Relationship between LULC change and watershed dynamics; how and why does LULC change affect water quality, soil carbon property and land degradation? What is the linkage between LULC change and watershed dynamics? How can it be modelled?

Research purpose
The primary purpose of this research study is to study the linkages between LULC change and watershed dynamics in the nature protected area in Sumatera.

Study Area
Batang Merao Watershed is located in the northwest of Jambi Province, Indonesia, its geo-location is 01°42’19” - 02°08’14” South, 101°13’11” - 101°32’20” East. The total area of the study site is 67,874.48 ha. This region covers ten sub regencies and 124 villages.  Furthermore, it is situated in a tropical zone with annual mean precipitation of 2,495 mm/yr and the annual mean temperature is 27.10 C.
 

 

 

PublicationBahasa Indonesia

Hubungan antara perubahan penggunaan dan penutupan lahan dan dinamika lanskap
DAS Batang Merao, Sumatera
oleh
Rachmad Firdaus (D104611)


Berikut ini merupakan pengantar minat penelitian saya tentang aspek manajemen lingkungan.  Secara keseluruhan, penelitian difokuskan pada pemahaman tentang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) berkelanjutan khususnya pada aspek hubungan antara perubahan lahan dan dinamika landskap DAS Batang Merao, Sumatera. Dengan mempelajari hubungan ini, diharapkan mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang dinamika DAS, hubungan dan dampak serta akhirnya bagaimana mengkonservasi kawasan perlindungan alam pada wilayah-wilayah tropis di Asia.

Pendahuluan
Pemahaman tentang perubahan penggunaan dan penutupan lahan merupakan suatu bagian penting yang sedang berkembang dalam kajian perubahan lingkungan global (Deniels A.E., 2004). Dinamika pola dan penggunaan/penutupan merupakan fenomena multi skala yang mempengaruhi sejumlah proses ekologi seperti komposisi dan sebaran spesies, cadangan karbon, pola/sikus iklim, keseimbangan air dan proses tata air lainnya. (Kepner et al., 2000). Perubahan lahandapat pula merupakan ancaman besar terhadap keanekaraman hayati sebagai wujud dari kerusakan dan fragmentasi vegetasi alami. Evaluasi terhadap penyebab dan konsekuensi perubahan lahan telah menjadi kebutuhan yang mendesak dan penting. Analisis perubahan lahan telah bergeser dari penyebab sederhana menjadi pemahaman dampak terpadu dengan interaksinya yang kompleks.
Daerah aliran sungai, suatu ekosistem terestrial yang komplek, merupakan unit spasial untuk pembangunan berkelanjutan dari sumber daya air (Mailhot et al.,1997), cadangan karbon (Seen et al., 2010), keanekaragaman hayati (Behera and Roy, 2010), kawan lindung (Daniels AE, 2004) ekonomi lingkungan (Liu  et al., 2008), dan sosial ekonomi pembangunan lahan (Lanini et al., 2004). Hal ini berarti bahwa upaya-upaya signifikan sangat dibutuhkan untuk mengevaluasi dampak pembangunan di wilayah tersebut.
Dinamika landskap DAS memiliki fungsi yang luas yang dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu jasa lingkungan, manfaat sosial ekonomi dan pemeliharaan ekosistem alam dan keanekaraagaman hayati. Pemahaman yang baik tentang peran dinamika landskap dalam konservasi keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan menjadi penting untuk mengendalikan kecenderungan potensial pada degradasi lingkungan (Pringle., 2001).
Pada penelitian ini akan dilakukan analisis hubungan antara perubahan lahan dan beberapa dinamika landskap yang penting dan dampaknya pada kualitas air, kandungan karbon pada tanah dan degradasi lahan.

Penentuan masalah
Permasalahan data dan informasi landskap DAS di Sumatera menjadi semakin kompleks karena tingkat degradasi lahan semakin meningkat dan penurunan ketersediaan lahan dan sumberdaya air. Peningkatan populasi, perluasan lahan pertanian, dan ekspoitasi hutan meningkatkan tekanan terhadap hutan dan lanskap DAS. Selain menjadi kawasan perlindungan keanekaragaman hayati di Sumatera, DAS Batang Merao dan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan kawasan tangkapan air yang penting. Kebanyakan lahan pertanian di wilayah ini terantung pada ketersediaan air dari DAS ini. Pengelolaan fungsi landskap menjadi kebutuhan penting untuk pembangunan wilayah di DAS Batang Merao.

Pertanyaan penelitian

a. Aspek perubahan lahan; bagaimana perubahan lahan di DAS Batang Merao? Bagaimana kecenderungan perubahan lahan baik temporal maupun distribusi spasialnya?  

b. Aspek hubungan antara perubahan lahan dan dinamika DAS; bagaimana dan mengapa perubahan lahan mempengaruhi kualitas air, kandungan karbon tanah, dan degradasi lahan? Bagaimana hubungan antara perubahan lahan dan dinamika DAS? Bagaimana hal tersebut dapat dimodelkan?

Tujuan penelitian
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji hbungan antara perubahan lahan dan dinamika DAS di kawasan perlindungan alam, Sumatera.

Study Area
DAS Batang Merao berada dibagian Barat Laut provinsi Jambi, Indonesia, dimana posisi geografisnya adalah 01°42’19” - 02°08’14” LS, 101°13’11” - 101°32’20” BT. Luas kawasan adalah 67,874.48 ha. Wilayah ini terdiri dari 10 kecamatan dan 124 desa. Lebih jauh, kawasan ini berada di wilayah tropis dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2,495 mm/th and suhu rata-rata tahunan adalah 27.10 C.

Publication HOME